Monday, 4 April 2022
Memaksimalkan Penggunaan Akun Belajar.Id Bersama Bootcam Belajar.id GMT Banyuwangi Day 1
Thursday, 27 January 2022
All About Love
Oleh : ~Risa~
Berbicara tentang cinta, seseorang pasti membayangkan kisah di masa lalunya, masa-masa indah, masa-masa muncul perasaan aneh terhadap lawan jenis secara tiba-tiba. Yes, all about first love. Masih ingatkah lagu yang dinyanyikan oleh Nikka Costa? Liriknya benar-benar bikin mengharu biru dunia remaja yang sedang hangat-hangatnya dilanda cinta. Kurang lebih seperti ini liriknya :
There's a change in me
Ada yang berubah dalam diriku
Liriknya benar-benar membuat galau dan tersenyum sendiri saat ingat masa lalu. Masa yang tiba-tiba saja kita mengagumi sosok sahabat lawan jenis, entah apa itu namanya tiba-tiba rindu saat tak jumpa. Terkadang juga bahagia bila melihatnya meski dari kejauhan. Sedih bila beberapa hari tak bersua. Oh, tidak, perasaan apa ini?
Pernah juga seketika hati merasa dongkol manakala si dia berbicara atau dekat dengan sahabat perempuan lain, tetiba rasa ingin marah tapi tak terkatakan. Oh Tuhan kenapa jadi begini?
Kenapa si dia tidak menjaga perasaan kita? Ya jelas enggak lah, perasaan kita saja dia tidak tahu hehe. Cinta monyet, cinta pandangan pertama apalagi first love, cinta yang sulit dan bahkan tak bisa diungkapkan, hanya mampu tersimpan rapi dalam hati. Meski kadang pedih perih melanda.
Begitulah kira-kira kisah klasik jaman dahulu. Masa pertama mengenal arti cinta tapi tak terucapkan.
First love, cinta pertama yang kenangannya melekat dihati sampai kapan pun jua. Tak pernah usang dimakan waktu meski hadirnya hanya untuk dikenang.
Hayooo masih ingatkah dengan your first love?
Kasih komen donk
Friday, 24 December 2021
Era Teknologi Bebas, Namun Tanggungjawab
Oleh : Risa Juanita Ratnaningtyas, S.Pd
"Kedewasaan bukan dilihat dari usia, tapi dilihat dari sikap, tindakan dan tingkah laku"
(Kata Bijak)
Pelatihan Guru Motivator Literasi Digital (GMLD)
ke:19
Resume ke : 15
Hari/Tanggal: Rabu, 13 Desember 2021
Narasumber : Bu Rifatun
Moderator: Bu Rosminiyati
Tema : Era Teknologi Bebas, Namun Tanggungjawab
Apa yang dimaksud dengan Era Teknologi?
Teknologi dari tahun ke tahun mengalami perkembangan demikian pesat. Perkembangan teknologi terbaru, termasuk di antaranya mesin cetak, telepon, dan Internet, telah memperkecil hambatan fisik terhadap komunikasi dan memungkinkan manusia untuk berinteraksi secara bebas dalam skala global.
Teknologi telah memengaruhi masyarakat dan sekeliling kita. Berbagai macam penerapan teknologi telah memengaruhi nilai suatu masyarakat dan teknologi baru sering kali mencuatkan pertanyaan-pertanyaan etika baru. Sebagai contoh: meluasnya gagasan tentang efisiensi dalam konteks produktivitas manusia, suatu istilah yang pada awalnya hanya menyangkut permesinan. Dengan adanya teknologi kita bebas menggunakannya.
Bagaimana cara kita menggunakan teknologi yang bebas ini ?
Menggunakan teknologi dengan bijak dan bermanfaat misalnya kita sebagai guru menyajikan pembelajaran yg menarik minat siswa, mengintegrasikan kompetensi utk meningkatkan kecakapan digital dg mengutamakan etika berdigitalisasi.
Dalam menggunakan teknologi kita diberi kebebasan. Pemanfaatan dalam dunia pendidikan anatara lain :
1 Membantu untuk mengelola prioritas
2. Komunikasi yang lebih baik
3.Menggunakan cara yang berbeda untuk Pendidikan
4. Memanfaatkan teknologi tepat waktu
Selain 4 cara diatas memanfaatkan teknologi supaya kegiatan belajarmu jadi lebih mudah
1. Kamus online untuk mempelajari bahasa asing
2. Menonton video pembelajaran di situs video sharing
3. Memakai aplikasi untuk penunjang kegiatan belajar
4. Manfaatkan website penyedia materi pelajaran
5. Gunakan fitur yang ada di smartphone
Dengan memanfaatkan era teknologi bebas kita bisa leluasa dalam pemanfaatanya dan menggunakan Era teknologi bebas namun bertangung jawab, apa maksudnya?
Kita dalam menggunakan teknologi harus bersikap tanggung jawab di tengah ruang kebebasan di media sosial. Transformasi Digital, menuntut kita untuk selalu berbudaya, terutama ketika berinteraksi dengan manusia lain yang memegang otoritas atas ruang digital, dengan selalu berorientasi kepada nilai-nilai baik manusia sebagai tujuannya.
Oleh karena itu kita harus pandai memanfaatkan teknologi baru dan harus bertanggungjawab dalam menggunakan . Kita diberi kebebasan namun bebas yang bertanggungjawab sesuatu denga etika di media sosial.
Kita boleh bebas menggunakan teknologi namun harus bertanggung jawab terhadap apa yang kita gunakan. Pemanfaatan teknologi secara tepat waktu sangat membantu dalam pembelajaran.
Pengembangan Kualitas Hidup Melalui Literasi Digital
Oleh : Risa Juanita Ratnaningtyas,S.Pd
Setiap guru wajib branding personal. Kenapa ? Ya, karena kita guru. Guru harus bisa memberitakan bahwa keberadaan guru itu harus dirasakan manfaatnya, dimana pun berada. Di sekolah, masyarakat, lembaga, organisasi dan keluarga.
Saat menggunakan teknologi yang ada dengan memaksimalkan potensi diri untuk mau belajar, berkarya, berbagi dan berbakti maka banyak kesempatan yang bisa diraih untuk mengembangkan kualitas hidup.
Manfaatkan tekonologi yang ada saat ini sebagai jalan kebaikan dalam berlomba-lomba membuat kebaikan dimana pun berada.
https://www.youtube.com/watch?v=PkLTlCHi-sc
Monday, 6 December 2021
Bijak dalam Bermedia Sosial
Pelatihan Guru Motivator Literasi Digital (GMLD)
ke:16
Resume ke : 14
Hari/Tanggal: Senin, 6 Desember 2021
Narasumber : Pak Dail Ma'ruf
Moderator: Pak Mulyadi
Tema : Bijak dalam Bermedsos Sosial
Grup :6
"Jika kamu bermimpi, kamu pasti bisa mencapainya"
Media Sosial yang akhir-akhir akrab dengan kehidupan kita, tidak hanya satu berapa bahkan yang kita gunakan sehari hari, baik untuk sekolah maupun untuk bekerja dan bisnis online.
Pak Dail sebagai narasumber hari ini memberi kita materi tentang Bijak dalam Bermedia Sosial. Kita boleh menggunakan platform media sosial apa saja, tapi syaratnya kita harus bijak.
Apa yang dimaksud bijak?
Kata "Bijak" bisa mengandung dua arti:
- Selalu menggunakan skala budinya, pandai, mahir. Contoh : "bukan beta bijak berperi, engkau memang bijak"
- Pandai bercakap-cakap
- Menjalin silaturahmi
- Menambah relasi
- Untuk berbisnis
- Sebagai wadah untuk menunjukkan karya mereka.
Sunday, 5 December 2021
Anak Muda Berani Bikin Perubahan di Dunia Digital
Pelatihan Guru Motivator Literasi Digital (GMLD)
Pelatihan Guru Motivator Literasi Digital (GMLD)
ke:14
Resume ke : 12
Hari/Tanggal: Rabu, 1 Desember 2021
Narasumber : Maesaroh, M.Pd
Moderator: Ms. Phia
Tema : Menjelajahi Alam Digital yang Luas
Grup :6
Tema kali ini adalah menjelajah alam Digital yang luas, ngebolang Istilahnya kata Bu Maesaroh.
Di era digital seperti sekarang pasti banyak kan yang hobi ngebolang di dumai? Dunia maya adalah sarana pengetahuan sekaligus hiburan. Bisa untuk belajar dan mengajar juga. Semua orang enggan jauh dari internet.
Menjelajah alam digital/alam maya. Adalah sebuah alam yang memberi koneksi antara satu individu dengan individu lainnya (jauh menjadi dekat) lewat kecanggihan sebuah teknologi.
Jangankan kita sebagai seorang guru, anak didik kita sekarang banyak yang menjadi selebgram, tiktokers dll, kenapa? Karena internet jangkauannya sangat luas.
Sayangnya, media digital atau platform yang mereka gunakan terkadang malah menjerumuskan mereka pada pergaulan yang salah. Alih-alih gaul, sayangnya tak berliterasi akhirnya mereka malah mudah dan sering menyebarkan berita hoax yang tidak jelas kebenarannya.
Maka dari itu GMLD kali ini akan membahas Penekanan Literasi pada Alam Digital, tepatnya lebih ke media digital itu sendiri.
Apa yang diperlukan untuk mengembangkan Literasi generasi penerus bangsa?
Untuk mengembangkan budaya literasi genarasi penerus bangsa, di perlukan kecakapan dalam menggunakan media digital dengan beretika dan bertanggung jawab agar mendapatkan informasi yang akurat dan akuntabel. Cerdas ber media sosial berarti cerdas ber literasi. Perlu edukasi yang massif dalam menggerakan literasi digital agar setiap individu dapat dengan mudah memahami informasi dengan benar.
Apa saja kecakapan dalam dunia digital?
Menjelajahi dunia digital tentu perlu kecakapan, agar kita mampu memiliki wawasan yang luas. Tak hanya luas dalam menjelajahi dunia maya saja. Tetapi juga luas secara intelektual
Ada Empat Pilar dalam mengembangkan Literasi Digital, antara lain:
1. Digital Culture, cakap bermedia digital dengan memanfaatkan media digital sebagai alat untuk menghubungkan satu koneksi menuju seluruh dunia
2. Digital Safety, cakap dalam melindungi diri dan aset digital ketika sedang berada di dunia digita.
3. Digital Ethics, etis dalam menggunakan dunia digital dengan tidak mengalahgunakan alat digital sebagai penyebar informasi hoaks
4. Digital Skill, cakap secara tehnologi dalam menggunakan piranti digital sebagai alat untuk meng up grade pengetahuan. Adapun kecakapan dalam hal ini perlu meliputi 8 kecakapan diantaranya : Cakap dalam memakai ilmu Coding, Collaboration, Cloud software, Word Processing software, Screen Casting, Personal digital archiving, Information Evaluation, Use of social media
Gambar diatas adalah alam media digital yang sering kita kunjungi bukan? Ada facebook, Instagram, YouTube, whatsapp, Twitter dll.
Sebagai seorang guru tentu kita mengetahui sebagian besar anak didik kita sudah menggunakan piranti digital. Mereka sangat pandai bergaul di dunia maya. Tak jarang ketika gurunya belum mengerti sebuah aplikasi, tetapi anak muridnya sudah mahir menggunakan medsos. Itulah sebabnya mengapa begitu penting bagi kita untuk menggaungkan Literasi Digital terhadap anak didik kita ataupun masyarakat di lingkungan kita.
Tak sedikit dari siswa kita yang terkadang salah kaprah dalam penggunaan media sosial
Pemahaman yang cukup mengenai dunia digital bagi kalangan anak muda dan keterbukaan informasi di media sosial yang memberikan dampak negatif penggunaan media sosial seringkali dialami oleh anak muda hususnya para pelajar.
Usia muda atau remaja berasal dari kata *adolesence* yang berarti tumbuh atau tumbuh menjadi dewasa. Istilah adolesence mempunyai arti yang lebih luas lagi, yaitu mencakup *kematangan mental, emosional sosial dan fisik*. Usia remaja adalah masa peralihn dari kanak-kanak menuju dewasa yang dialaminya dalam tiga tingkatan yaitu praremaja 10-12 tahun, remaja awal 13- 16 tahun dan remaja akhir 17-21 tahun.
Dalam menyongsong abad 21 dimana adanya implementasi pembelajaran melalui mesin (komputasi) segala informasi tersedia dengan luas, dimana saja dan kapan saja. Maka, digital literasi menjadi penting untuk membangun pendidikan yang berintergrasi pada pergeseran pembangunan pendidikan ke arah ICT, sebagai salah satu strategi manajemen pendidikan 21 yang di dalamnya meliputi tata kelola kelembagaan, dan sumber daya masunia. Untuk itu, edukasi dari berbagai pihak sangat membantu dalam meningkatkan budaya cerdas ber-literasi agar para generasi penerus bangsa mampu menyarig informasi dengan baik yang beredar dari media sosial.
Pemahaman literasi digital yang buruk akan berpengaruh pada dampak psikologis anak dan remaja yang cenderung menghina orang lain, menimbulkan sikap iri terhadap orang lain, mengakibatkan depresi, terbawa arus suasana hati terhadap komentar negatif, serta terbiasa berbicara dengan bahasa kurang sopan. Atas dasar pandangan tersebut, hal inilah yang menyebabkan dampak buruk dalam berinteraksi. Setuju ataupun tidak, patut kita refleksikan hal ini.
Apabila penggunaan piranti digital terlampau tinggi, maka mereka akan cenderung mengalami Digital Fatigue
Apa yang dimaksud dengan Digital Fatigue?
Digital Fatigue adalah penggunaan piranti digital yang terlampau tinggi
Bagaimana ciri-cirinya?
✓Perasaan lelah, bosan, malas, dengan berbagai kegiatan digital seperti zoom meeting, webinar, media sosial, dan berbagai platform digital lain.
✓Mata terasa sakit, lelah, dan perih.
✓Mata terasa sakit, lelah, dan perih.
✓Sakit kepala dan migrain.
✓Nyeri otot leher, bahu, atau panggung.
✓Sensitif terhadap cahaya.
✓Gangguan pada fokus, konsentrasi, dan memori.
✓Merasa putus asa dan tidak berdaya.
✓Kewalahan menghadapi situasi yang berulang.
✓Badan terasa lemah, lesu, tidak bertenaga, dan malas bergerak.
✓Muncul perilaku yang aneh dan tidak wajar.
Ada lima kecakapan dalam berliterasi yang perlu dikuasai Pelajar dan semua kalangan :
1. Photo visual literacy
Kemampuan untuk membaca dan menyimpulkan informasi dari visual.
2. Reproduksi literacy
Kemampuan untuk menggunakan teknologi digital untuk menciptakan karya baru dari pekerjaan.
3. Percabangan literacy
Kemampuan untuk berhasil menavigasi di media non-linear dari ruang digital.
4. Informasi literacy
Kemampuan untuk mencari, menemukan, menilai dan mengevaluasi secara kritis informasi yang di temukan di web.
5. Sosio-emosional literacy
Kemampuan yang mengacu pada aspek-aspek sosial dan emosional yang hadir secara online, apakah itu mungkin melalui sosialisasi, dan berkolaborasi, atau hanya mengkonsumsi konten.
Maka dari itu, perlu kita fahami 8 elemen esensial untuk mengembangkan literasi digital
1.Kultural, yaitu pemahaman ragam konteks pengguna digital.
2. Kognitif, yaitu daya pikir menilai konten.
3. Konstruktif, yaitu reka cipta sesuatu yang ahli dan aktual.
4. Komunikatif, yaitu memahami kinerja dan jejaring komunikasi di dunia digital.
5. Kepercayaan diri yang bertanggungjawab.
6. Kreatif, melakukan hal baru dengan cara baru.
7. Krisis dalam menyikapi konten.
8. Bertanggungjawab secara sosial.
yaitu yaitu pemahaman ragam konteks
Cara dalam Meliterasi Medsos:
1. Perhatian
Kemampuan untuk mengidentifikasi ketika dibutuhkan fokus perhatian dan mengenali ketika multitasking bermanfaat. Perhatian dapat dicapai dengan memahami bagaimana pemikiran orang. Akan sulit untuk memfokuskan perhatian karena pikiran kita cenderung berjalan acak.
2. Partisipasi
Mengetahui kapan dan bagaimana partisipasi merupakan hal penting. Partisipasi memberikan pengguna pengalaman berbeda saat menjadi produktif. Partisipasi dalam media sosial dibedakan menjadi dua yaitu netizen aktif dan netizen pasif. Netizen aktif merupakan pengguna media sosial yang ikut memberikan post di media sosial. sedangkan pengguna pasif merupakan pengguna media sosial yang hanya membaca lini masa media sosial tanpa memberikan posting-an.
3. Kolaborasi
Pengguna dapat mencapai lebih dengan bekerja sama dibandingkan dengan bekerja sendirian. Melalui kolaborasi, redudansi dapat dihilangkan dan pekerjaan dapat didistribusikan. Adanya kolaborasi memungkinkan masyarakat berbagi sumber daya dan membangun ide lain.
4. Kesadaran jaringan
Jaringan sosial saat ini diperluas dengan adanya teknologi. Saat ini masyarakat dapat menjadi anggota dari newsgroup, komunitas virtual, situs gossip, forum dan organisasi lainnya. Pemahaman mengenai sosial dan jaringan teknis.
5. Pemakaian secara kritis
Pemakaian secara kritis adalah evaluasi tentang apa dan siapa yang dapat dipercayai. Sebelum mempercayai, mengkomunikasikan, atau menggunakan apa yang ditulis oleh orang lain, ada baiknya melakukan identifikasi. Cek klaim yang terdapat dalam informasi tersebut, lihatlah latar belakang penulis, sumber daya dan keakuratannya.
Literasi media sosial merupakan suatu keterampilan yang diperlukan untuk tetap dapat melakukan aktifitas ber-media sosial dengan aman. Sebagai warganet yang baik, kita harus mampu menyaring dan memberikan informasi yang edukatif. Sesuai dengan istilah media sosial yang dikemukakan oleh (Taylor & Francis Online, 2014) bahwa media sosial memiliki akronim sebagi berikut:
1. Sharing views
2. Optimizing Knowledge
3. Collaborating on projects
4. Investigating new ideas
5. Advocacy for your service provision
6. Learning from others
7. Making new connections
8. Enhancing your practice
9. Debating the future
10. Inspirational support
11. An essensial tools for your information toolbox
Sarat cerdas berliterasi digital adalah memiliki karakter kebangsaan yang perlu dijunjung tinggi dan harus menjadi poin utama dalam berbagai aspek. Beberapa nilai-nilai karakter yang perlu ditanamkan diantaranya:
1. Nilai Kejujuran
2. Nilai Semangat
3. Nilai Kebersamaan atau Gotong royong
4. Nilai Kepedulian atau solidaritas
5. Nilai Sopan santun
6. Nilai Persatuan dan Kesatuan
7. Nilai Kekeluargaan
8. Nilai Tanggungjawab
Memaksimalkan Penggunaan Akun Belajar.Id Bersama Bootcam Belajar.id GMT Banyuwangi Day 1
Oleh : Risa JR "Ilmu adalah mutiara yang berkilau didalam telaga, dapatkan dia meski harus bersusah payah. Kelak kilaunya akan menera...
-
Oleh : Risa Juanita Ratnaningtyas Pelatihan Guru Motivator Literasi Digital (GMLD) Pertemuan ke:11 Resume ke :9 Hari/Tanggal: Rabu, 24 No...
-
Oleh : Risa Juanita R, S. Pd Pelatihan Guru Motivator Literasi Digital (GMLD) Pertemuan ke:6 Resume ke :4 Hari/Tanggal: Jumat, 12 Novembe...
-
Oleh : Risa Juanita Ratnaningtyas "Katak melompat burung terbang. Walaupun jarak kita jauh, kita bisa belajar bersama di dunia Maya t...









